Jenis- Jenis Evaluasi
Ada 2 jenis utama dari evaluasi, yaitu yang dilaksanakan pada kondisi
laboratorium dan yang dilaksanakan pada lingkungan kerja atau ’lapangan’
- Dalam kondisi percobaan (Laboratory)
- Dalam kondisi lokasi kerja sebenarnya
- Participatory Design
Pada Kondisi Percobaan (Laboratory)
Penggunaan pengujian sistem ini pada ruang percobaan mempunyai beberapa kondisi diantaranya :
- Laboratorium yang bagus biasanya memiliki fasilitas perekaman audio/visual yang baik, komputer beserta perlengkapannya yang mungkin tidak ada pada lokasi kerja sebenarnya.
- Operator bebas dari gangguan yang menghambat pekerjaan.
- Beberapa situasi hanya dapat dilakukan di lab, seperti sistem yang akan digunakan ditempatkan pada lokasi yang berbahaya atau lokasi yang terpencil, contoh stasiun ruang angkasa.
- Dapat memanipulasi situasi untuk memecahkan masalah dan melihat sedikit penggunaan prosedur atau membandingkan beberapa alternatif perancangan dengan situasi yang sebenarnya.
- Situasi pada laboratorium tidak dapat menggambarkan situasi ruang kerja sebenarnya dan terdapat beberapa orang yang tidak bisa bekerja pada kondisi di laboratorium.
Pada Kondisi Lokasi Kerja Sebenarnya
Penggunaan pengujian sistem ini pada lokasi kerja sebenarnya mempunyai beberapa kondisi diantaranya :
- Tingkat gangguan yang melebihi ambang batas, tingkat-tingkat pergerakan yang besar dan interupsi yang tetap, seperti panggilan telepon menyebabkan observasi ini sulit dilakukan.
- Situasi yang lebih “terbuka” antara sistem dan pengguna, dimana kondisi ini tidak ditemukan pada kondisi di laboratorium
- Observasi pada lokasi kerja sebenarnya lebih baik dilakukan daripada di laboratorium dan gangguan-gangguan yang terjadi pada lokasi ini digunakan sebagai situasi yang mewakili situasi sebenarnya
- dan digunakan untuk proses penyimpanan dan pengambilan selama tugas.
Participatory Design
Adalah suatu pemikiran yang melibatkan keseluruhan alur perancangan dan
tidak hanya proses evaluasi saja. Perancangan ini dilakukan pada ruang
kerja yang melibatkan pengguna yang tidak hanya digunakan sebagai subyek
percobaan tetapi juga sebagai anggota yang aktif dalam team
perancangan.
Mempunyai tiga karakteristik :
- Meningkatkan lingkungan kerja dan tugas
- Mempunyai sifat kerja sama, yakni pengguna dilibatkan dalam anggota team dan mempunyai kontribusi pada setiap tingkat perancangan.
- Mempunyai pendekatan iterative, perancangan adalah suatu subyek untuk evaluasi dan revisi pada setiap tingkatan.
Beberapa metode untuk membantu mengkomunikasikan informasi antara
pengguna dan perancang :
- Brainstorming
- Storyboarding
- Workshops
- Pensil dan kertas percobaan
Metode-metode di atas tidak semuanya digunakan secara eksekutif dalam
participatory design. Metode ini digunakan untuk memberikan pemahaman
antara perancang dan user.
Mengevaluasi Perancangan
Evaluasi terjadi setelah proses perancangan. Evaluasi pertama sistem
idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan
dievaluasi, kesalahan dapat dihindari karena perancangan
diubah/diperbaiki sebelumnya. Sejumlah metode dibuat untuk mengevaluasi
perancangan sebelum implementasinya, yaitu :
- Cognitive Walkthrough
- Heuristic Evaluation
Cognitive Walkthrough
Suatu usaha yang dilakukan untuk mengenalkan teori psikologi ke dalam
bentuk informal dan subyektif atau dengan kata lain mempunyai tujuan
untuk mengevaluasi perancangan dengan melihat seberapa besar dukungan
yang diberikan ke pengguna untuk mempelajari beberapa tugas yang
diberikan. Pendekatan ini dikemukakan oleh Polson.
Dalam pendekatan ini terdapat beberapa issue yang timbul seperti :
- Pengaruh apa yang timbul setelah tugas ini diberikan ke pengguna?
- Proses cognitive apa yang tersedia?
- Masalah pembelajaran apa yang seharusnya timbul?
Untuk melakukan Cognitive Walkthrough harus mempunyai informasi yang
dibutuhkan :
- Deskripsi dari suatu interface yang dibutuhkan itu sendiri
- Deskripsi dari tugas termasuk usaha yang benar untuk melakukannya dan struktur tujuan untuk mendukungnya
Dengan Informasi ini maka Evaluator dapat melakukan langkah dari
walkthrough :
- Memilih Tugas
- Mendiskrpsikan tujuan dari user
- Melakukan kegiatan / aksi yang tepat
- Menganalisa proses keputusan untuk setiap kegiatan
Heuristic Evaluation
Hampir sama dengan Cognitive Walkthrough tetapi sedikit terstruktur dan
sedikit terarah. Dalam sistem ini terdapat beberapa kriteria :
- Perilaku Sistem dapat dipastikan.
- Perilaku Sistem konsisten
- Kemampuan memori user tidak melebihi batas
- Dialog merupakan orientasi tugas
Tujuan dari Heuristic Evaluation adalah untuk memperbaiki perancangan
secara efektif. Orang yang melakukan evaluasi melalui kinerja dari
serangkaian tugas dengan perancangan dan penilaiannya sesuai dengan
kriteria setiap tingkatan. Jika ada kesalahan terdeteksi maka
perancangan dapat ditinjau ulang untuk memperbaiki masalah ini sebelum
pada tingkatan implementasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar