Kamis, 26 Juni 2014

Perkiraan awal bulan Ramadhan 1435 H atau 2014 M

Assalamualaikum Wr Wb
temen temen apa kabar nih?? yang lagi sibuk kampanye Pilpres ataupun yg lagi ngantuk gara2 begadang nonton Piala Dunia, jangan lupa nih udah mau puasa hehe

Menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H atau bertepatan dengan tahun 2014 M, seperti biasa pasti akan banyak terlontar pertanyaan "puasa mulainya kapan sih?" "puasa mulai hari apa sih?" ya 1 Ramadhan laaah hehe

Mengenai penetapan puasa seringkali terdapat perbedaan antara Pemerintah atau NU dengan PP Muhammadiyah. Sebenarnya apa sih yang mendasari perbedaan dari keduanya?
  • Pemerintah atau NU
Pemerintah atau NU menentukan awal puasa menggunakan metode Rukyatul Hilal Bil Fi'li atau yang biasa kita kenal dengan melihat bulan baru (hilal).
·         PP Muhammadiyah
PP Muhammadiyah menentukan awal puasa menggunakan metode Wujudul Hilal atau metode hisab (perhitungan secara matematika astronomi)

kali ini saya mencoba menghitung hilal untuk menentukan awal puasa 1 Ramadhan 1435 H, saya mencoba menghitung menggunakan software Stellarium versi 0.12.4. Stellarium merupakan suatu software open source yang dapat memperlihatkan langit secara realistik dalam bentuk 3D, seperti layaknya ketika kita melihatnya dengan mata telanjang, binocular atau dengan sebuah teleskop.


Sebelum mulai menghitung tinggi hilal, kita harus mengetahui apa itu ijtimak  dan hilal. Ijtimak adalah fase dimana terjadinya Konjungsi atau fase Bulan Baru atau fase Bulan Mati, sedangkan hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam.


Gambar di atas merupakan tanggal 26 Juni 2014, pada saat matahari terbenam atau di posisi 0 derajat. Posisi bulan di -10° 30’ 03” tepat berada di bawah matahari. Itu menandakan bahwa belum masuk bulan baru atau belum 1 Ramadhan.


Gambar di atas merupakan hari jumat tanggal 27 Juni 2014, pada saat matahari terbenam atau di posisi 0 derajat telah terjadi konjungsi. Posisi bulan saat matahari terbenam berada di atas matahari dengan posisi +0° 41’ 00”. Itu menandakan bahwa sudah masuk bulan baru atau telah 1 Ramadhan secara hisab sehingga malam itu sudah akan dilaksanakan tarawih dan besoknya sudah mulai puasa. Akan tetapi dengan ketinggian hilal tersebut akan sangat sulit terlihat, karena hilal hanya akan terlihat pada ketinggian diatas +2°. Itulah yang menyebabkan perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah.


Gambar di atas merupakan hari sabtu tanggal 28 Juni 2014, pada saat matahari terbenam atau di posisi 0 derajat. Posisi bulan di +11° 45’ 56” tepat berada di atas matahari. Itu menandakan bahwa sudah masuk masuk hari ke 2 Ramadhan, tetapi karena pada hari jumat tanggal 27 Juni 2014 NU dan Pemerintah sulit melihat hilal maka hari sabtu 28 Juni 2014 menjadi hari pertama di bulan Ramadhan dan Pemerintah dan NU baru akan menggelar tarawih pada malam itu dan puasa pada keesokan harinya.

Demikian ulasan singkat dari saya mengenai penentuan awal Ramadhan, semoga menambah ilmu dan manfaat. Semoga di bulan Ramadhan kali ini kita bisa menimba amal sebanyak-banyaknya dan dibersihkan dari dosa. Amiiin J

Insya Allah nanti juga akan saya buat ulasan mengenai 1 Syawal, mohon maaf bila ada yg kurang berkenan. J
Terima kasih sudah mampir hehehe

note: kalo mau copas, tolong cantumkan sumbernya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar