Assalamualaikum Wr Wb
temen temen apa kabar nih?? yang
lagi sibuk kampanye Pilpres ataupun yg lagi ngantuk gara2 begadang nonton Piala
Dunia, jangan lupa nih udah mau puasa hehe
Menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H
atau bertepatan dengan tahun 2014 M, seperti biasa pasti akan banyak terlontar
pertanyaan "puasa mulainya kapan sih?" "puasa mulai hari apa
sih?" ya 1 Ramadhan laaah hehe
Mengenai penetapan puasa seringkali
terdapat perbedaan antara Pemerintah atau NU dengan PP Muhammadiyah. Sebenarnya
apa sih yang mendasari perbedaan dari keduanya?
- Pemerintah atau NU
Pemerintah atau NU menentukan awal
puasa menggunakan metode Rukyatul Hilal Bil Fi'li atau yang biasa kita kenal dengan melihat bulan baru (hilal).
·
PP Muhammadiyah
PP Muhammadiyah menentukan awal
puasa menggunakan metode Wujudul Hilal atau metode hisab
(perhitungan secara matematika astronomi)
kali ini saya mencoba menghitung hilal untuk menentukan awal puasa 1
Ramadhan 1435 H, saya mencoba menghitung menggunakan software Stellarium versi 0.12.4. Stellarium merupakan suatu software open
source yang dapat memperlihatkan langit secara realistik dalam
bentuk 3D, seperti layaknya ketika kita melihatnya dengan mata telanjang,
binocular atau dengan sebuah teleskop.
Sebelum mulai menghitung tinggi hilal, kita harus mengetahui apa itu ijtimak dan hilal.
Ijtimak adalah fase dimana terjadinya
Konjungsi atau fase Bulan Baru atau fase Bulan Mati,
sedangkan hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam
kalender Islam.
Gambar di atas merupakan tanggal 26
Juni 2014, pada saat matahari terbenam atau di posisi 0 derajat. Posisi bulan di
-10° 30’ 03” tepat berada di bawah matahari. Itu menandakan bahwa belum masuk
bulan baru atau belum 1 Ramadhan.
Gambar di atas merupakan hari jumat tanggal
27 Juni 2014, pada saat matahari terbenam atau di posisi 0 derajat telah
terjadi konjungsi. Posisi bulan saat matahari terbenam berada di atas matahari
dengan posisi +0° 41’ 00”. Itu menandakan
bahwa sudah masuk bulan baru atau telah 1 Ramadhan secara hisab sehingga malam itu sudah akan dilaksanakan tarawih dan
besoknya sudah mulai puasa. Akan tetapi dengan ketinggian hilal tersebut akan sangat sulit terlihat, karena hilal hanya akan
terlihat pada ketinggian diatas +2°. Itulah yang menyebabkan perbedaan antara
NU dengan Muhammadiyah.
Gambar di atas merupakan hari sabtu tanggal
28 Juni 2014, pada saat matahari terbenam atau di posisi 0 derajat. Posisi bulan
di +11° 45’ 56” tepat berada di atas matahari. Itu menandakan bahwa sudah masuk
masuk hari ke 2 Ramadhan, tetapi karena pada hari jumat tanggal 27 Juni 2014 NU
dan Pemerintah sulit melihat hilal
maka hari sabtu 28 Juni 2014 menjadi
hari pertama di bulan Ramadhan dan Pemerintah dan NU baru akan menggelar
tarawih pada malam itu dan puasa pada keesokan harinya.
Demikian ulasan singkat dari saya
mengenai penentuan awal Ramadhan, semoga menambah ilmu dan manfaat. Semoga di
bulan Ramadhan kali ini kita bisa menimba amal sebanyak-banyaknya dan dibersihkan
dari dosa. Amiiin J
Insya Allah nanti juga akan saya buat
ulasan mengenai 1 Syawal, mohon maaf bila ada yg kurang berkenan. J
Terima kasih sudah mampir hehehe
note: kalo mau copas, tolong cantumkan sumbernya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar